5 cara menuju bahagia

Jun 11, 2008



Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap. Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing. Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut. Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.

Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian ada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.

Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.

Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku. Aku sedang menyimpannya.

*/Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:/*

*/ 1. Bebaskan hatimu dari rasa benci./*

*/ 2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran./*

*/ 3. Hiduplah dengan sederhana./*

*/ 4. Berikan lebih banyak (give more)/*

*/ 5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less)/*

2 Manusia Super Di Jembatan Setiabudi



Siang ini 6 februari 2008 tanpa sengaja saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setiabudi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun mejajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyebrang untuk makan siang, mereka menawari saya tissue di ujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk jakarta, saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan “terima kasih om..”. saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

Kaki kaki kecil mereka menjelajah jalur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tatap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi sayup-sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetep teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang menggayut langit Jakarta.

“terima kasih ya mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!” tukas memreka, tak lama setelah si wanita meogoh wasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah.

“maaf, nggak ada kembaliannya...ada uang pas ngak mbak?”. Mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

“om boleh tukar uang nggak? Receh sepuluh ribuan?” suaranya menggingatkan kepada anak lelaki sayang yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian foodcourt sebesar empat ribu rupiah. “enggak punya,” tukas saya. Lalu tak lama si wanita berkata “ambil saja kembaliannya, dik!” sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya kegenggam saya yang masih tetap berenti, lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak dia bilang “sudah buat kamu saja, nggak papa ambil saja!” namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. “maaf mbak, Cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan”. Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya dan berujar, “om bisa tunggu ya, saya ke bawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek!”. “eeh nggak usah..nggak usah..biar aja, nih!” saya kasih uang itu ke si kecil, dia menerimanya tapi terus berlali kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.

Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh temannya “nanti dulu om, biar ditukar dulu sebentar”. “nggak apa-apa. Itu buat kalian” lanjut saya. “jangan om, itu uang om sama mbak yang tadi juga “. Anak itu bersikeras. “sudah saya ikhlas mbak tadi juga pasti ikhlas! Saya berusaha mem-bargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari keujung jembatan berterak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitammnya dan berlalri ke arah saya. “ini deh om, kalau kelamaan maap”, ia memberi saya delapan pack tissue. “buat apa?” saya terbengong. “habis teman saya lama sih om, maaf, tukar pakai tissue saja dulu” walau dikembalikan ia tetap menolak.

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saaat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu dan mengambil tissue dari tangan sayaserta memberikan uang empat ribu rupiah.

“terima kasih om!” mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan “duit mbak tadi gimana?” suara kecil yang satu menyahut “ lu hafal orangnya, lain kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin...”. percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.

Tuhan... hari ini saya belajar dari 2 MANUSIA SUPER; kekuatan, kepribadian mereka menaklukkan jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju lusuh tap hati dan kemuliaannya sehalus sutra, mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdangan tissue.

Dua anak kecil yang bahkan belum baligh, memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.


YOU ARE ONLY AS HONOURABLE AS WHAT YOU DO.

Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rizki, kita musti dalam rizki itu sebetulnya ada milik orang lain.

“usia memang tidak menjamin kita menjadi Bijaksana, kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak.”

Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER..

Perangkap Tikus

Jun 9, 2008



Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata " Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO... SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Piring Kayu dan Gelas Bambu

Jun 7, 2008



SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun. Tangan lelakitua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg !! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai dan minuman itu tumpah membasahi taplak.

Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.

Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ujar sang istri. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.”

”Esok ayah tak boleh makan bersama kita,” Viva mendengar ibunya berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu. Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya.

Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Karena sering memecahkan piring,keduanya juga memberikan piring kayu & gelas bambu untuk si kakek. Viva juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya.

Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan. Dia terkenang arwah isterinya. Lalu perlahan-lahan dia berbisik: “buruk benar perlakuan anak kita .”

Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.

Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti itu. “Oh! Ya...” bisiknya. Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama!

”Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkuk ibu,” kata Rina apabila anaknya bertanya.

Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina terperanjat melihat anak mereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu. Viva seperti sedang membuat sesuatu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Perasaan Rina terusik. Kelopak mata kedua-duanya basah. Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa seperti diiiris pisau. Mereka tersentak, Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki, selama ini mereka telah berbuat salah !

Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke meja makan. Rina menyendokkan nasi dan menuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi yang tumpah tidak dihiraukan lagi.

Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

TRUE STORY diambil dari buku Life of Phi

Jun 5, 2008



Anak india bernama ujang (bukan nama asli), bertemu 3 orang bijak di kebun binatang. Ujang sedang ditemani oleh orang tuanya. Ini Kisah Nyata.

Setelah saling bertukar sapa mengucapkan halo dan hari yang indah, timbul keheningan yang canggung, Akhirnya keheningan ini dipecahkan oleh sang pastor. Dengan nada bangga ia berkata, “Ujang anak kristen yg baik, mudah mudahan dia segera mau bergabung dengan paduan suara kami.”

Kedua orang tua Ujang, sang pandita dan sang imam tampak terkejut.

“Anda pasti keliru, Dia anak muslim yang saleh. Dia selalu datang untuk salat Jumat, dan pengetahuannya tentang Qur’an semakin banyak.” Begitulah kata sang imam.

Kedua orang tua Ujang, sang pastor dan sang pandita tampak terheran-heran.

Sang Pandita berkata, “ Anda berdua keliru, Dia anak Hindu yang taat. Saya sering melihat dia datang ke kuil untuk darshan dan melakukan puja.

Kedua orang tua Ujang, sang imam dan sang pastor tampak tercenggang.

“Saya tidak mungkin keliru,” kata sang pastor. “Saya kenal anak ini. Dia Ujang bin udin bin slamet, dan dia anak kristen.”

“Saya juga kenal dia, dan sudah saya bilang dia itu muslim.” Sang imam menegaskan.

“Omong Kosong!”, seru si pandita, “Ujang lahir sebagai anak Hindu, hidup sebagai anak Hindu, dan akan mati sebagai anak Hindu juga”

Ketiga orang bijak itu saling pandang dengan tegang dan tidak percaya.

Ya Tuhan, tolong alihkan mata mereka dariku, ujang berbisik dalam hati.

Mata mereka semua tertuju terhadap ujang.

“Ujang, benarkah ini?” tanya sang imam penasaran. “Hindu dan Kristen memuja berhala. Tuhan mereka banyak.”

“Dan muslim mempunyai banyak istri”, balas sang pandita.

Pastor menatap dua orang bijak lainnya dengan tak senang, “Ujang, dia nyaris berbisik,”Keselamatan hanya ada dalam Yesus.”

“Omong Kosong!”, orang kristen tidak tahu apa apa tentang agama.” Kata sang pandita.

“Mereka menyimpang dari jalan Tuhan lama berselang” kata sang imam

“Dimanakah Tuhan dalam agamamu?” bentak sang pastor.

“Tidak ada satu pun keajaiban Tuhan didalamnya. Agama macam apa itu, tanpa keajaiban sama sekali?”

“Agama kami bukanlah sirkus yang mempertontonkan orang-orang mati melompat keluar dari kubur mereka! Kami orang orang muslim, berpegang pada keajaiban yang paling dasar, yakni eksitensi itu sendiri. Burung yang berterbangan, hujan yang turun, hasil pertanian, itu sudah cukup merupakan keajaiban bagi kami”

“Burung dan hujan boleh saja, tapi kami lebih suka yakin kalo Tuhan bener bener ada bersama kami”

“Begitukah?” wah percuma saja Tuhan ada bersama kalian-kalian coba membunuh-Nya! Kalian memaku-Nya! Kalian mencoba membunuh-Nya! Kalian memaku-Nya disalib dengan paku paku besar. Pantaskah memperlakukan nabi secara demikian? Nabi Muhammad SAW menyampaikan wahyu Allah kepada kami tanpa banyak omong kosong yang tidak pada tempatnya, dan meninggal dalam usia lanjut.”

“Wahyu Allah? Pada saudagar buta huruf di tengah padang pasit? Itu bukan wahyu Allah, itu omongan orang sakit yang duduk terguncang guncang di atas untanya.”

“Kalau nabi’SAW masih hidup, beliau pasti menegurmu dengan keras,” sang imam menyahut dengan mata disipitkan.

“Tapi dia sudah mati! Kristus hidup, sementara SAW-mu sudah mati, mati, mati!!”

Sang Pandita menyela pelan, Dalam bahasa tamil dia berkata, “Pertanyaan nya sekarang adalah, kenapa Ujang membuang buang waktu dengan agama agama asing ini?”

Seketika sang pastor dan sang imam sama sama melotot mendengarnya. Mereka berdua sama sama orang tamil.

“Tuhan itu universal,” kata sang pastor.

Sang imam mengangguk angguk setuju. “hanya ada satu Allah.”

“Dan dengan Allah mereka yang satu itu, Muslim selalu menimbulkan masalah dan memacu keributan. Bukti betapa buruknya Islam bisa dilihat dari perilaku kaum Muslim,” kata sang pandita.

“Kau sendiri mendukung perbudakan yang menganut sistem kasta,” kata sang imam, “Orang – orang Hindu memperbudak manusia dan memuja boneka boneka yg didandani.”

“Mereka pemuja lembu emas. Mereka menyembah sapi-sapi,” sang pastor ikut ikutan.

“Orang orang kristen menyembah orang kulit putih! Merekalah pemuja dewa asing. Merekalah yang merupakan mimpi buruk bagi orang orang non kulit putih.”

“Mereka makan babi, mereka kanibal,” sang imam menambahkan.

“Dengan kemarahan tertahan sang pastor berkata “Sekarang masalahnya apakah Ujang menginginkan agama sejati atau sekedar mitos mitos dari komik kartun.”

“Allah atau patung patung,” kata sang imam dengan sungguh-sungguh.”

“Dewa dewa kita sendiri atau dewa dewa asing,” desis sang pandita.

Sulit dikatakan siapa wajahnya lebih merah membara. Mereka bertiga seperti akan meledak.

Ayah Ujang mengangkat kedua tangannya, “Saudara saudara, saudara2, sudahlah!” dia menengahi. “Saya ingin mengingatkan kepada anda kalian kalau negara ini menganut kebebasan beragama.

Tiga wajah menoleh ke arah nya.

“Ya! Beragama-satu agama!” ketiga orang bijak itu berseru serentak. Tiga jari telunjuk terangkat secara bersamaan, seperti tanda seru untuk memberi tekanan pada ucapan mereka.

Mereka tidak senang telah berseru bersamaan, lalu mereka menurunkan jari masing masing. Ayah dan Ibu Ujang tidak tahu mesti mengatakan apa.

Sang pandita yg mulai bicara, “Ayahnya Ujang, kesalehan Ujang patut dikagumi, pada masa masa penuh pergolakan ini senang rasanya melihat anak yang begitu taat beribadah kepada Tuhan. Kami semua berpendapat mengenai hal itu” “Tapi dia tidak bisa menjadi penganut Hindu, Kristen dan Islam. Itu tidak mungkin, Dia mesti memilih”

“Menurut saya, apa yang dia lakukan itu bukan kejahatan, tapi saya rasa anda benar”, sahut ayahnya Ujang.

Ketiga orang bijak itu bergumam sependapat dan menengadah ke langit. Lalu semua memandang Ujang. Bahu Ujang terasa dibebani oleh keheningan selanjutnya.

“hmmm, Ujang?” Ibu menyikut Ujang, “Bagaimana menurutmu?”

“Kata Bapa Ghandi, semua agama baik adanya, Aku Cuma ingin mengasihi Tuhan.” Kata Ujang, lalu Ujang menunduk dengan wajah merah.


Ayah Ujang berkata dengan agak pelan, “Saya rasa kita semua berusaha begitu, mengasihi Tuhan”

Orang tidak bisa memarahi anak kecil yang bermaksud mengasihi Tuhan. Ketiga orang bijak itu mundur dengan senyum kaku dan kesal di wajah mereka.

Tuhan



TUHAN ITU TIDAK ADA

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong ram but konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada.
Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada,
Adakah yang sakit??,
Adakah anak terlantar??
Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.
Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.
" Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui.
"Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !
Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."

Si tukang cukur terbengong !!!




Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan kita

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk didewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka,dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala,bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya. Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita

Kisah Nyata Nih Tapi Lucu Banget



Seorang wanita tidak menyangka bahwa pria yang diaselingkuhi selama ini ternyata adalah suaminya sendiri. Kejadiannya di Bosnia menjelang akhir tahun 2007 lalu.

Wanita itu berselingkuh lewat Internet dengan memakai nama samaran Sweetie. Saat chatting, dia berkenalan dengan teman cyber, seorang lelaki bernama samaran Prince of Joy. Selanjutnya mereka sering bertegur-sapa di Internet, saling curhat, dan akhirnya jatuh cinta. Topik yang sering mereka ceritakan dalam chatting adalah masalah rumah tangga masing-masing.

Tahun lalu kedua pasangan cyber ini sepakat untuk bertemu secara langsung. Mereka merasa sudah cocok untuk meningkatkan hubungan menjadi lebih serius. Seperti lirik lagu Escape milik Rupert Holmes di tahun 1979, tulis suratkabar Metro, Inggris.

Pertemuan pun diatur di sebuah toko. Sebagai penanda, masing-masing mereka akan memegang setangkai bunga mawar.

Hari yang ditentukan tiba. Benar, Sweetie berada di toko itu sambil memegang mawar, dan Prince of Joy juga di sana dengan setangkai mawar. Tapi sayang, setelah saling melihat, keduanya bukan merasa senang. Mereka kecewa.

“Awalnya aku sudah benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi kemudian aku merasa dikhianati,” kata Sweetie [27 tahun], yang bernama asli Sana Klaric.

“Aku masih belum bisa percaya bahwa Sweetie, wanita yang selama ini menulis kata-kata indah di Internet, ternyata adalah isteriku sendiri,” kata Prince of Joy [32 tahun], yang nama sesungguhnya adalah Adnan Zenica. Dia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari isterinya itu tidak pernah berkata mesra seperti saat ngobrol di Internet.

“Aku merasa dikhianati,” kata Sana, “saat aku melihat dia menggenggam mawar.”

“Aku tak percaya, aku telah dikhianati,” kata Adnan, “Karena tidak ada wanita lain di toko itu yang memegang bunga mawar selain isteriku.”

Akhirnya Sana dan Adnan membawa masalah mereka ke pengadilan, dan hasilnya adalah cerai.

40 Jokes but Facts.



40 Jokes but Facts.

1. Cocacola dulu berwarna hijau.

2. Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed.

3. Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama.

4. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.

5. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit !

6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris tuts keyboard anda.

7. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.

8. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.

9. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.

10. Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu mili-deteik.

11. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.

12. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” beberapa kali. Nanti anda akan mahir berbahasa inggris !

13. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.

14. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman dahulu kala:

Raja sekop - Raja Daud

Raja kriting - Alexander Agung

Raja hati - Raja Charlemagne

Raja wajik - Julius Caesar

15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321

16. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara, itu tandanya orang itu mati dalam perang.

17. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.

18. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.

19. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil? Jawabannya : semua ditemukan oleh perempuan ! Ha !

20. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban : madu.

21. Buaya nggak bisa melet lidah.

22. Siput bisa tidur selama 3 tahun.

23. Semua beruang kutub KIDAL!

24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi 1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1.

25. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki.

26. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat.

27. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.

28. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.

29. Shakespeare menemukan kata : “Assassination” dan “bump”.

30. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.

31. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama.

32. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi.

33. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.

34. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!

35. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!

36. Pemantik ditemukan sebelum korek api.

37. Setiap lipstik mengandung sisik ikan.

38. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda.

39. 99% orang yang membaca tulisan ini mencoba mengalikan fakta no. 15.

40. Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba menjilat siku tangannya

Jakarta - Gran Melia

Jun 4, 2008




Trio



Trio
Originally uploaded by soegali
Training di Jakarta sama temen-temen dari Dubai selama dua minggu. Yang tengah adalah Celso dan pinggir kanan adalah Boyet. Lumayan juga selama dua minggu sekalian bisa explore Jakarta. Temen-temenku sangat surprise dengan Jakarta, terutama DVD bajakannya... hehehe.

Tapi kalau cerita tentang macet katanya Dubai lebih parah, masih mendingan di Jakarta mobilnya masih bisa bergerak walaupun pelan. Yang dikuatirkan adalah kalau terjebak banjir, makanya sebelum mereka ke Jakarta terus menerus contact saya menanyakan masih banjir nggak Jakarta, maklum... itu adalah kali pertama mereka ke Jakarta.

Sebenarnya masih ada satu lagi temen, tapi orangnya malu kalau suruh foto-foto. Sebenarnya pas weekend mau jalan ke Bandung atau Bogor, tapi karena hari Jumat trainernya ngga dateng terus diganti hari Sabtu, ya udah deh.... nggak jadi ngeguide mereka.